Tour ke Baduy merupakan tour yang tidak akan pernah terlupakan oleh siapapun, karena suku Baduy yang nama aslinya Kanekes adalah satu-stunya suku pedalaman yang masih konsisten menjaga adat istiadat sebagaimana yang diwariskan oleh leluhur mereka. Suku Baduy terbagi dua, yang pertama adalah Suku Baduy Dalam dan yang kedua adalah Suku Baduy Luar.
Suku
Baduy Dalam sampai saat ini masih tetap
memegang teguh adat istiadat nenek moyang mereka terutama dalam hal taat
terhadap peraturan, sebagian peraturan yang dianut oleh Suku Baduy Dalam
adalah seperti :
- Tidak diperbolehkan menggunakan kendaraan untuk sarana
transportasi,
- Tidak diperbolehkan menggunakan alas kaki,
- Tidak diperbolehkan menggunakan pakaian modern,
- Tidak boleh pakai sabun mandi,
- Pintu rumah harus menghadap ke utara/selatan (kecuali
rumah sang Puun),
- Dilarang menggunakan alat elektronik (teknologi),
- Harus memakai pakaian yang berwarna hitam/putih sebagai
pakaian yang ditenun dan dijahit sendiri, dll.
Masyarakat
Kanekes atau Suku Baduy yang sampai saat ini ketat mengikuti adat
istiadat bukan merupakan masyarakat terasing, terpencil, ataupun masyarakat
yang terisolasi dari perkembangan dunia luar.
Hal itu semata-mata karena Pemerintah Daerah setempat memberikan kebebasan kepada mereka untuk menjalankan kepercayaan dan adat istiadatnya sendiri tetapi tetap masih di dalam otoritas Pemerintah Kabupaten Lebak.
Demikian juga dengan sikap Masyarakat Baduy terhadap Pemerintah, mereka tetap mentaati Pemerintah setempat sebagaimana sikap para leluhur mereka, contohnya adalah melaksanakan upacara seba ke Kesultanan Banten (Garna, 1993), sehingga sampai sekarang, upacara seba tersebut masih tetap dilangsungkan setahun sekali, yaitu berupa menghantar hasil bumi (padi, palawija, buah-buahan) kepada Gubernur Banten yang sebelumnya ke Gubernur Jawa Barat.
Hal itu semata-mata karena Pemerintah Daerah setempat memberikan kebebasan kepada mereka untuk menjalankan kepercayaan dan adat istiadatnya sendiri tetapi tetap masih di dalam otoritas Pemerintah Kabupaten Lebak.
Demikian juga dengan sikap Masyarakat Baduy terhadap Pemerintah, mereka tetap mentaati Pemerintah setempat sebagaimana sikap para leluhur mereka, contohnya adalah melaksanakan upacara seba ke Kesultanan Banten (Garna, 1993), sehingga sampai sekarang, upacara seba tersebut masih tetap dilangsungkan setahun sekali, yaitu berupa menghantar hasil bumi (padi, palawija, buah-buahan) kepada Gubernur Banten yang sebelumnya ke Gubernur Jawa Barat.
Demikian sekilas tentang Suku
Baduy, selanjutnya adalah berapa kebutuhan biaya tour ke Baduy ? di
bawah ini rinciannya. Atau bisa langsung kontak kami di sini.
Biaya Perjalanan Tour ke Baduy
Mulai/Selesai
|
:
|
Pantai Carita/Pantai Carita
|
Ongkos /Group (5 Orang)
|
:
|
Dua hari satu malam : Rp. 4.500.000
|
Ongkos /Group (5 Orang)
|
:
|
Tiga hari dua malam : Rp. 6.500.000
|
Akomodasi
|
:
|
Homestay, Soft drink, snacks, Makan
|
Transportasi
|
:
|
Darat
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar